0

Image

 

Private Sub Command3_Click()

Unload Me

End Sub

                   

 

Private Sub Command2_Click()

text2.SetFocus

text1  =  “”

text2  =  “”

text3  =  “”

text3.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Command1_Click()

text1.SetFocus

text1  =  “”

text2  =  “”

text3  =  “”

text2.SetFocus

End Sub

 

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

text1.SetFocus

End If

End Sub

Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

text2.SetFocus

End If

End Sub

 

Advertisements

Cara Menghindari Aksi Polisi Gadungan di Jalanan

0

 

 

Jakarta – Masyarakat diimbau waspada terkait maraknya modus penipuan dan penculikan dengan motif polisi gadungan. Warga diminta jangan ragu-ragu untuk meminta kartu anggota jika berurusan dengan polisi.

“Selain itu minta juga surat izin pemanggilan jika memang dipanggil, dan itu diperbolehkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, saat dihubungi detikcom, Senin (1/7/2012).

Warga juga boleh meminta anggota Polsek setempat untuk hadir jika rumahnya didatangi petugas kepolisian. Hal itu diperlukan agar warga tidak dirugikan akibat ulah polisi gadungan.

“Bisa juga telepon Polsek setempat jika merasa curiga. Supaya anggota Polsek terdekat akan melakukan pengawalan,” jelasnya.

Sebelumnya aksi polisi gadungan kerap menimbulkan keresahan masyarakat, seperti yang dialami warga negara Korea, Lim Heon Ok (45). Dirinya diperas US$ 3.000 dolar dan Rp 60 juta oleh 9 orang yang mengaku anggota polisi. Usai diperas wanita itu dibuang di daerah Jakarta Barat.

Pemicu Pembakaran Polres OKU oleh Oknum TNI

0

 

 

Foto: pembaca detikcom

Jakarta – Polisi dan TNI menyebut pemicu pembakaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan adalah masalah pribadi anggota. Pelanggaran lalu lintas, perkelahian, dan hinaan sebagai latar belakangnya. Berikut cerita lengkapnya.

Akhir Januari 2013 lalu, hubungan polisi dan TNI di OKU tegang. Semua berawal dari kontak ‘sekejap’ Brigadir Wijaya dan Pratu Heru Oktavianus di Simpang Empat Sukajadi, Baturaja Timur, Minggu (27/1/2013) dini hari. Wijaya adalah anggota Polantas Polres OKU, sedangkan Heru berasal dari Batalyon 76/15 Armed Tarik Martapura.

Ada informasi, Heru melanggar lalu lintas. Saat akan dihentikan, Heru tancap gas. Wijaya dan beberapa teman mengejar. Aksi kejar-kejaran itu berujung penembakan terhadap Heru.

Informasi lain menyebutkan Heru dan beberapa temannya melintas di lokasi sambil meneriakkan kata-kata ejekan. Wijaya dan teman-temannya tersingung. Heru dan Wijaya terlibat perkelahian tak jauh dari pos polisi. Wijaya melepaskan tembakan dan mengenai leher dan punggung Heru. Heru meninggal saat dibawa ke RS Antonio Baturaja.

Kepolisian dan TNI sama-sama siaga pasca kejadian itu. Mereka berusaha mengantisipasi aksi balas dendam. Kedua pimpinan bertemu dan sepakat berdamai. Kapolda Sumsel diwakili Kapolres OKU AKBP Azis Saputra, sedangkan Pangdam II/Sriwijaya diwakili Dandim 0403/OKU Letkol Inf Imanulhak dan Danyon Armed 15/76 Tarik Syailendra Martapura, Mayor Arm Ifien Anindra.

Kapolres menyatakan permintaan maafnya. “Semoga insiden ini tidak terulang lagi,” kata Azis saat jumpa pers di ruang Kapolres OKU, Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, Senin (28/1/2013) lalu.

Saat menyatakan permohanan maaf, Kapolres meneteskan air mata. Pimpinan polisi dan TNI saling berangkulan.

Sementara Dandim OKU menegaskan akan ikut membantu proses hukum yang sedang berjalan. “Sepakat polisi dan Armed tidak ada dendam,” tandas Dandim.

Kasus penembakan itu ditangani Propam Polda Sumsel. Wijaya sudah diperiksa dan dijadikan tersangka.

Di lain pihak, ternyata perdamaian itu tidak menyurutkan ’emosi’ sekelompok anggota TNI. Kamis (7/3/2013) pagi, mereka mendatangi Mapolres OKU dan menanyakan perkembangan pengusutan kasus penembakan. Diduga karena kecewa, mereka merusak dan membakar Polres sekitar pukul 07.30 WIB.

“Mereka menanyakan perkembangan kasus pelanggaran lalin, lalu merusak dan membakar Polres. Jumlah mereka 90-an,” kata Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova ketika dikonfirmasi detikcom.

KSAD Jenderal Pramono Edhi Wibowo mengaku terkejut atas insiden itu. Dia memerintahkan pembentukan tim investigasi untuk mengusut kasus tersebut.

Ada Panggilan Rapat Dadakan dengan DPRD, Ahok Lari dari Balaikota

0

 

 

Jakarta – Wagub DKI Basuki T Purnama terlihat berlari kecil tergesa-gesa meninggalkan ruang kantornya menuju kantor DPRD DKI. Pria yang akrab disapa Ahok ini harus segera mendatangi rapat paripurna yang digelar DPRD siang ini.

Awalnya, Ahok tengah bersiap mengadakan pertemuan dengan manajemen RS Duren Sawit. Orang nomor dua di Pemprov Jakarta ini akan membahas seputar persoalan kesehatan.

Pihak perwakilan manajemen RS Duren Sawit sudah menunggu di depan ruang Ahok. Namun sekitar pukul 11.30 WIB, Kamis (7/3/2013), mendadak datang seorang pria yang merupakan utusan dari DPRD DKI.

Tak lama setelah pria itu masuk ke ruang Ahok, sang wagub langsung keluar ruangan diikuti staf dan ajudan. Ahok tampak tergesa berlari kecil.

“Disuruh ke DPRD,” ujar ajudan Ahok.

Gedung DPRD DKI letaknya bersebelahan dengan Balaikota. Ahok sempat terlihat berlarian selama lima menit, plus turun dan naik tangga.

Begitu Ahok dan rombongan sampai di DPRD DKI, rapat sudah akan dimulai. Rapat ini membahas mengenai Penyampaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DKI Jakarta 2013-2017, dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah.

Dari 92 kursi di ruang paripurna DPRD, hanya ada 40 anggota hadir. Sampai pukul 12.30 WIB, Ahok masih duduk menunggu kesempatan untuk berpidato.

Arif Novianto Negeri Kartel Korupsi

0
Kamis, 07 Maret 2013 10:57 wib

Image

Kabut kelam yang bernama “Korupsi”, kini dengan membabi-buta menghantam segala sendi-sendi kehidupan di Pemerintahan Indonesia. Korupsi tersebut juga telah mendistorsi  proses-proses politik, ekonomi, birokrasi pelayanan publik, dan penegakan hukum. Akibatnya kebijakan dari Pemerintah berjalan pincang dan mempunyai tendensi mendiskriminasikan kepentingan rakyat kecil.

Tindakan Korupsi di sini dapat dipahami sebagai penyalahgunaan kekuasaan demi keuntungan pribadi atau kelompok. Selain itu tindakan korupsi tersebut juga dapat diartikan sebagai pengutamaan kepentingan pribadi atau klien di atas kepentingan publik oleh para pejabat atau aparatur negara yang bersangkutan (Braz dalam Lubis dan Scott; 1985).

 

Dituding Terima Suap Rp20 Juta, Hakim Nangis

0
Rabu, 06 Maret 2013 12:19 wib

Image

JAKARTA – Ketua Pengadilan Negeri Pangkalan Bun Nuril Huda menangis tersedu-sedu saat membacakan pembelaannya pada sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta Pusat.
 
Nuril membantah semua dugaan pemerasan yang dilakukan oleh dirinya. “Saya nyatakan itu tidak benar,” kata Nuril sambil meneteskan air mata di MKH, Rabu (6/3/2013).
 
Dia menyatakan, bila bukti rekaman video yang memvisualkan dirinya tengah menerima suap Rp20 juta merupakan bukti yang tidak berdasar.
 
Selain itu, kata dia, bukti tersebut sebagai bentuk kesalahpahaman karena seorang hakim tidak berhak untuk meminta uang kepada siapapun terkait penanganan perkara.
 
“Apalagi bukti dilakukan dengan rekaman video yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sebelumnya orangnya (pelapor) juga belum pernah dikenal,” ujarnya.
 
Nuril pun menuding, rekaman yang sengaja dibuat secara sembunyi-sembunyi ditunjukkan untuk melakukan intimidasi terhadap dirinya.

Ratusan Anggota TNI & Polri Kendalikan Kota Baturaja

0
Kamis, 07 Maret 2013 12:10 wib

Image

OKU– Pasca-penyerangan satu batalyon pasukan Armed TNI ke Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, kondisi dilaporkan berangsur kondusif.

Hal ini dikatakan Kapendam II/ Sriwijaya, Kolonel (Arm) Jauhari Agus kepada Okezone, Kamis (7/3/2013).

Dia mengatakan, saat ini situasi keamanan di lokasi kejadian mulai normal. Sejumlah pasukan gabungan TNI dan Polri berada di lokasi kejadian untuk mengendalikan keamanan.

“Kami melakukan patroli bersama pasukan Polri, situasi sudah mulai kondusif,” kata Jauhari, Kamis (7/3/2013).

Jauhari juga mengatakan, Panglima Kodam II/ Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo, turut mengendalikan situasi keamanan di lokasi.